Cara Menyampaikan Ide Kreatif yang Kompleks Menjadi Lebih Mudah Dimengerti

Successful presentations are understandable, memorable, and emotional – Carmine Gallo

Ide atau gagasan bisa muncul kapan dan di mana saja. Namun, ada satu challenge yang harus dan pasti kita hadapi, yaitu cara menyampaikannya. Tidak jarang, ide yang sudah muncul berujung tidak tersampaikan dan bahkan sia-sia. Wah, jangan sampai terjadi padamu yah. Idemu harus disampaikan dan terus dibangun melalui presentasi.

“Tapi ideku terlalu rumit.” Tidak masalah, penjelasan yang rumit bisa disederhanakan dengan metode dan media yang tepat. Begini cara menyampaikan ide kreatif yang kompleks menjadi lebih mudah dimengerti

  1. Merinci ide kreatif

Merinci ide kreatif bisa dimulai dengan mencatat ide yang tiba-tiba muncul. Jangan meremehkan ide sederhana, bisa saja ide itu menjadi awal dari segalanya. Setelah itu, rincikan idemu menjadi poin-poin penting. The power of point, kamu akan lebih mudah untuk memanggil memori ingatanmu ketika menjabarkan nanti karena sudah terkonsep dengan baik. Catatan penting lagi, kalau ide itu orisinil dari pemikiranmu, maka kamu akan semakin mudah menjelaskannya nanti.

(Ide sederhana) bukan segalanya, tapi segalanya bisa berawal dari (ide sederhana) – Joko Tri Haryanto

2. Reasonable dan realistis

Di balik setiap ide yang kamu dapat pasti ada alasan dan tujuannya. Sebaiknya, ketika mempresentasikan ide sertakan alasan dan tujuannya, karena hal itu bisa mentrigger tim untuk melakukan tindakan. Kalau kamu memiliki alasan-alasan personal, kamu bisa menyelipkannya. Hal itu akan membuat presentasimu lebih memorable.

3. Berikan contoh bila perlu

Contoh menjadi salah satu poin yang memudahkan pemahaman audiens. Bisa saja, penjelasan idemu dinilai terlalu berbelit-belit atau terpaut definisi. Selain itu, contoh juga bisa menjadi substitusi analogi yang real. Pada beberapa kasus, audiens akan lebih mudah mengingat dan mencerna idemu dari contoh.

4. Menjelaskan dengan bahasa ibu

Bahasa ibu bisa diartikan sebagai bahasa sehari-hari. Sebenarnya, apapun jenis bahasanya, bahasa ibu adalah bahasa yang paling mudah dimengerti oleh siapapun. Tapi bagaimana kalau kamu dituntut untuk berbahasa formal? Tidak masalah, kamu hanya perlu mengemas bahasa ibu dalam bentuk formal, atau kamu membuat space khusus penjelasan menggunakan bahasa ibu.

5. Selalu tanyakan feedback

Tujuan menanyakan feedback selain untuk menambah khasanah ide, juga untuk meminimalisir kesalahpahaman dalam bentuk konfirmasi. Selain itu, mintalah kritik dan saran kepada audiens untuk menyempurnakan idemu.

6. Visualisasikan idemu

Visualisasi ide yang paling mudah adalah dengan mengilustrasikannya. Dengan ilustrasi idemu akan lebih mudah dipahami audiens. Ingat, otak manusia mencerna pesan visual 60 ribu kali lebih cepat dari pada informasi teks ataupun audio.

Bagaimana kalau hanya ingin menyampaikan ide satu arah saja?

It’s easier than direct presentation.

Kamu bisa menggunakan alternatif infografik dan video penjelas seperti animasi explainer atau whiteboard animation (rekomendasi ilustrasi.id). Kenapa harus video? Karena sampai saat ini, video memuat komponen media penjelas yang paling lengkap – ada audio, visual, dan teks. Selain itu, hampir semua platform media sosial sudah menyediakan space untuk video. Kamu tidak perlu khawatir kalau videomu akan sia-sia.

Kamu bisa menggunakan video animasi explainer atau whiteboard animation custom agar sesuai dengan idemu. Apakah template tidak boleh? Boleh saja, tapi custom akan memberikan kesan unik dan eksklusif.

Mari tumbuh dan berkembang bersama ilustrasi.id. Klik di sini supaya kita bisa langsung berinteraksi.

Semoga informasinya bermanfaat.

Sakti

Tim ilustrasi.id